Apa kabarmu (sayang)? bahagiakah kamu sudah mengambil bahagiaku? sedihkah kamu telah membuat aku bersedih?
(sayang), satu hal yang ingin kutanyakan padamu (ah, seandainya saja bisa).. “Apakah cintaku tak cukup hebat menahanmu tetap bersamaku sehingga dengan mudahnya kamu meninggalkan ku?”
kapan aku bisa memelukmu sampai rindu ini hilang, sampai sesak ini hilang?
Aku semestinya ingat bahwa aku harus melupakan segala ingatanku tentang kamu..
hahahahaha sudah-sudah. sejak kapan aku menjadi puitis dan “drama queen”.. :p
Q: ketika kamu telah disakiti, namun masih menerima orang itu kembali, kamu akan menganggap dirimu bodoh atau malah bersyukur?
Pengampunan tidak harus selalu sepaket dengan kesempatan. Jika karakter yang buruk telah melukai perasaanku dan kasih sayang yang aku punya tidak cukup kuat untuk menandingi kebebalannya, maka seharusnya aku dapat menemukan sebuah kesalahan di dalam diriku sendiri.
Aku tidak suka menyalahkan orang yang menyakiti perasaanku. Aku lebih suka mengoreksi diriku sendiri. Sebab sesungguhnya, setiap orang yang mencintai memiliki kesempatan untuk membuat dirinya dicintai juga. Jika pada kenyataannya aku tidak bisa, dan malah disakiti dan bukan dicintai, maka ada baiknya aku boleh menerima kegagalan ini sebagai kelegaan dan pelajaran.
zh